Kelapa Sawit dan Kebutuhan Unsur Hara

Posted: 30 Oktober 2010 in Uncategorized
Tag:, , , , , , ,

Budidaya tanaman kelapa sawit (Elaeis Guineensis Jacq) oleh pemerintah, swasta dan masyarakat sangat besar dengan melihat tingginya keuntungan yang diperoleh dari usaha ini. Indonesia sebagai negara pengexport minyak kelapa sawit mampu memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri.

Prospek komoditas kelapa sawit semakin cerah sejak diketahui bahwa minyak kelapa sawit dapat menggantikan minyak diesel sebagai bahan bakar mesin diesel.

Tanaman dengan produksi biomas serta minyak yang tinggi ini memerlukan pemupukan yang cukup intensif.  Pada tanaman yang telah menghasilkan (TM) dosis pupuk yang diaplikasikan berkisar antara 2-3kg urea, 1,5-2kg RP atau SP36 dan MOP untuk setiap pokok / tahun. disamping itu juga ditambahkan pupuk kieserit untuk memenuhi kebutuhan unsur Mg dan pupuk Boron.

Biaya pemupukan untuk tanaman kelapa sawit ini rata-rata 40-60% dari Biaya Pemeliharaan Tanaman atau sekitar 15-20% dari Total Biaya Produksi kelapa sawit. (Yahya 1990)

Tanaman kelapa sawit sangat responsif terhadap pemupukan sehingga kurangnya unsur hara seperti N, P, K, Mg dan B akan menimbulkan gejala defisiensi yang spesifik disamping turunnya pertumbuhan dan hasil tanaman kelapa sawit.

Tanaman kelapa sawit sangbat memerlukan kecukupan unsur hara untukm pertumbuhan organ vegetatif maupun perkembangan organ reproduktifnya.

Unsur “N” bagi tanaman sangat penting karena berfungsi sebagai penyusun Nukleotida, asam amino dan protein asam nukleat dan khlorofil daun.

Disamping itu unsur “P” juga sangat penting bagi tanaman karena memiliki fungsi utama sebagai penyimpan dan transfer energy dan sebagai penyusun dinding sel

Unsur “K” pada tanaman berfungsi mendorong aktifitas enzim, mentranspirasikan air lebih banyak dalam arti meningkatkan serapan hara, meningkatkan metabolisme dan transportasi asimilat sehingga pengisian sink dari source berjalan lebih cepat (Havlin et al, 1999)

Jadi budidaya tanaman kelapa sawit ini betul-betul akan mendapatkan keuntungan seperti yang diharapkan jika masyarakat melakukan pemupukan dengan cara dan ketentuan yang dianjurkan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan tanaman kelapa sawit tersebut, itu semua disebabkan tanaman kelapa sawit memerlukan pemupukan yang intensif dan tanaman kelapa sawit ini juga sangat responsif terhadap pemupukan yang berujung pada tingginya tingkat produksi hasil tanaman kelapa sawit itu sendiri.

Komentar
  1. Gunakan pupuk npk humagrow pada tanaman sawit anda untuk meningkatkan hasil produksi

  2. indra mengatakan:

    Bapak agar digambarkan secara rinci sawit yang kekrnagn pupuk atau kelebihan pupuk setiap jenis pupuk.

  3. Arthon mengatakan:

    Apa perusahaan siap ganti rugi klo ternyata pupuk yang anda produksi tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan

  4. Arthon mengatakan:

    Harga berapa per kg nya . Tapi saya belun jumpa ya klo anda tidak berkenan menjawab masih bnyakk pupuk ,NPK lain mau buatan jerman rusia cina Dan yg murah pakai ,NPK phonska aja

  5. Arthon mengatakan:

    Harga berapa per kg nya

  6. randy mengatakan:

    untuk TBM nya mana bro?????????

  7. nahason sitorus mengatakan:

    sawit yang ditampilkan kok yang salah prunning, bapak.

  8. habib mengatakan:

    terima kasih, infonya sangat bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s